Selamat Datang di Blog Gerak Badan Pencak Margaluyu 151 Indonesia Cabang Metro Surabaya
Tampilkan postingan dengan label SUFI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUFI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2011

Ketetapan Allah subhanahu wa ta’ala


Ketetapan Allah subhanahu wa ta’ala

  
Share by Admin

     Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.. Amma Ba’du:
Sesungguhnya wajib bagi seorang hamba untuk merenungi ayat-ayat Allah Subhanhu Wa Ta’ala yang menunjukkan tentang kesempurnaan kudrat -Nya agar dirinya terdorong mengagungkan Allah dengan sebenar-benar pengagungan dan memuliakan -Nya dengan sebenarnya. Allah Subhanhu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : ﴿ إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ﴾ (يس: 82)
Sesungguhnya perintah -Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia”. (Qs. Yasin: 82).
قال الله تعالى : ﴿ وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ﴾ (القمر: 50)
Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. (QS. Al-Qomar: 50).
قال الله تعالى : ﴿ وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴾ (الزمر: 67)
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman -Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan -Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Al-Zumar: 67).

Minggu, 05 Juni 2011

Kisah Cinta Rabi’ah Al Adawiyah

Kisah Cinta Rabi’ah Al Adawiyah




by. Admin


      Ketika suami Rabi’ah Adawiyah mati,beberapa waktu kemudian Hasan Al Basri dan kawan kawannya datang menghadap Rabi’ah. Mereka meminta izin di perkenankan masuk,mereka di perkenankan masuk.Rabi’ah segera mengenakan cadarnya,dan mengambil tempat duduk di balik tabir.Hasan Al Basri mewakili kawan kawannya mengutarakan maksud kedatangannya.Ia berkata:”Suamimu telah tiada,sekarang Kau sendirian.Kalau kamu menghendaki silahkan memilih salah seorang dari kami.Mereka ini orang orang yang ahli zuhud”.

Jawab Rabi’ah Adawiyah: ”ya, aku suka saja mendapat kemuliaan ini. Namun aku hendak menguji kalian, siapa yang paling ‘alim (pandai) diantara kalian itulah yang menjadi suamiku”.
Hasan Al Basri dan kawan kawannya menyanggupi. Kemudian Rabi’ah Adawiyah bertanya: ”Jawablah empat pertanyaanku ini kalau bisa aku siap di peristri oleh kamu”.
Hasan Al Basri berkata : ”Silahkan bertanya, kalau Allah memberi pertolongan aku mampu menjawab tentu aku jawab”.

“Bagaimana pendapatmu kalau aku mati kelak, kematianku dalam muslim (husnul khatimah) atau dalam keadaan kafir(suul khatimah)”. kata Rabi’ah bertanya.

Jawab Hasan Al basri : ”Yang kau tanyakan itu hal yang ghaib, mana aku tahu. . ”

“Bagaimana pendapatmu, kalau nanti aku sudah di masukkan kedalam kubur dan mungkar-nakir bertanya kepadaku, apakah aku sanggup menjawab atau tidak. . ”

“Itu persoalan ghaib lagi”. Jawab Hasan Al Basri.