Selamat Datang di Blog Gerak Badan Pencak Margaluyu 151 Indonesia Cabang Metro Surabaya

Sabtu, 09 April 2011

SUDAH BERMANFAAT KAH ILMU KU ?

SUDAH BERMANFAAT KAH ILMU KU ?

By. H.Budi Utomo,Amd.Kep,Mbt.

بسم الله الرحمن الرحيم

Rasulullah Saw bersabda; bahwa ada tiga hal yang tidak akan terputuskan, walaupun seorang manusia telah meregang ajal, yaitu; amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang shalih. 



Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang memiliki manfaat buat orang lain dalam menuju ketaqwaan kepada Allah, bukan menuju kefasikan. Hal ini bukan hanya menyangkut ilmu-ilmu agama secara ritual, namun yang non ritual pun memiliki dimensi dalam menopang ketaqwaan kepada Allah.

Sabtu, 02 April 2011

WANITA MANDIRI DALAM ISLAM


WANITA MANDIRI DALAM ISLAM

Pada hakekatnya tidak ada makhluk di atas bumi ini yang mandiri. Semua saling ketergantungan (dalam ilmu aam atau dikenal dengan ekosistem). Begitupun dengan manusia. Diciptakannya laki-laki dan wanita untuk saling mengenal, Li ta’arafu (QS. 49:13) dan dengan namanya kamu saling meminta-minta satu sama lain (QS. 4:1). Dalam ayat lain disebutkan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan amal dari orang yang beramal saleh di antara kamu baik laki-laki atau perempuan, karena sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain (QS. 3:195).
Ayat-ayat di atas menunjukkan pada hakekatnya wanita juga tidak mungkin mandiri penuh. Wanita merupakan bagian dari rantai kehidupan yang sangat tergantung dengan lingkungannya, tujuan hidup manusia adalah agar terjadi kesinambungan alam yang serasi dan harmonis. Sementara wanita memegang posisi sangat penting. Ia menjadi pusat reproduksi manusia. Karena itu tidak ada gerakan/pemikiran manapun yang berhak memutuskan mata rantai ini. Kehidupan ini adalah milik Allah.
Jika ia seorang wanita lajang, ia amat bergantung kepada pencipta-Nya (konsep inilah yang membedakan dengan wanita mandiri dalam pengertian umum). Wanita ini masih di bawah tanggungjawab kedua orangtuanya (khususnya ayah) karena adalah tanggungjawab orang tuanya menikahkan/menjadi wali bagi anak perempuannya. Dalam Islam , wanita tidak dibenarkan “jalan sendirian” dalam memutuskan siapa teman hidupnya. Ia hendaknya mengajak musyawarah kedua orang tuanya. (Suatu akhlak mulia yang ditanamkan oleh Rasulullah SAW), walaupun pada akhirnya wanita berhak menolak laki-laki yang tidak disukainya.
Islam juga tidak membenarkan adanya sikap “memilih tidak menikah”. Karena nikah adalah sunnah Rasulullah apalagi jika ia sudah mampu secara materi dan mental. Di samping tidak memenuhi sunnah, ia juga telah melanggar kehendak alam.

Senin, 28 Maret 2011



INDAHNYA PERSAUDARAAN







Ukhuwah adl karunia Ilahi yg dituangkan Allah dalam hati2 hamba2Nya yang ikhlas dan bertakwa. Ukhuwah terjalin karena perasaan cinta yang dilandasi iman dan takwa. Sekalipun ada cinta, jika tak ada dasar iman dan takwa, persaudaraan sulit terwujud dan lebih banyak kemungkinan unk saling bertolak belakang.


<span>Untungnya Berukhuwah</span>

Faidah ukhuwah Islamiyah sangatlah besar karena itu Allah pun memberikan kedudukan utama dan mulia serta keutamaan yang banyak bg mereka yg mau mewujudkannya.

Rasulullah salallahu'alaihi wa sallam pernah bercerita:
Seorang laki2 berkunjung kepada saudaranya karena Allah. Lalu Allah menyuruh seorang malaikat unk mengikuti laki2 itu.
Malaikat bertanya 'Mau kemana engkau?',
laki2 itu menjawab 'Aku mau mengunjungi saudaraku, si Fulan'.
Malaikat berkata 'Apakah engkau punya keperluan dengannya?'
Laki2 itu menjawab 'Tidak ada!',
Malaikat berkata 'Apakah ada pertalian kerabat antara engkau dan dia?',
Laki2 itu menjawab 'Tidak!',
Malaikat berkata 'Barangkali ada satu nikmatnya dgn kunjunganmu kepadanya?',
Laki2 itu menjawa 'Tidak!',
Malaikat bertanya 'Kalau begitu apa keperluanmu?'
Laki2 itu menjawab 'Aku menyenangi dia karena Allah'
Malaikat berkata 'Sesungguhnya Allah telah mengutus aku unk menyampaikan berita padamu bahwa Allah mencintaimu karena engkau mencintainya. Maka Allah telah mewajibkan kamu masuk surga (HR Muslim)

<span>Agar Ukhuwah Awet</span>

Minggu, 27 Maret 2011

INDAHNYA MEMAAFKAN

Oleh : Abu Naila
Walaupun mudah diucapkan, memaafkan bukanlah perbuatan yang mudah dilakukan. Ketika seseorang telah atau akan dicelakai, maka yang tertanam biasanya perasaan dendam dan ingin membalas. Perasaan seperti itu adalah wajar dalam diri orang biasa. Namun, sikap memaafkan hanya ada pada diri orang yang luar biasa. Memaafkan butuh kematangan diri dan kecakapan spiritual. Kematangan diri hanya bisa didapatkan melalui keterbukaan hati dan pikiran akan segala pengalaman hidup yang dialami. Sementara kecakapan spiritual hanya bisa diperoleh ketika telah memiliki rasa penghambaan yang tinggi hanya kepada Allah SWT semata. Bagi yang memaafkan kesalahan orang lain, Allah SWT menyediakan pahala utama sebagai balasan atas kemuliaan sikap mereka. ''Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.'' (QS Asy-Syuura [42]: 43). Dan bagi yang mempunyai keluhuran akhlak, mereka bukan hanya mampu memaafkan kesalahan orang lain, melainkan sekaligus membalas kesalahan tersebut dengan kebaikan yang tak pernah terbayangkan oleh sang pelaku.

Jumat, 25 Maret 2011

TENAGA DALAM vs SIHIR


TENAGA DALAM
vs
SIHIR




Pada umumnya masyarakat kurang memahami betul apa yang dimaksud dengan ilmu tenaga dalam. Kesan yang mereka lihat kurang tepat akibat menyamaratakan bentuk-bentuk ilmu tenaga dalam yang dipertunjukkan oleh berbagai perguruan. Padahal hal-hal yang berbau klenik, sifatnya hanyalah campuran dari luar ke dalam ilmu tenaga dalam yang hakiki. Sebenarnya tenaga dalam merupakan fenomena alam yang berjalan di bawah Sunnatullah, karena itu ilmu ini adalah ilmu kebenaran dari Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Berilmu.
Tenaga dalam adalah perilaku hati/batin yang mendasari niat perbuatan atau tindakan seseeorang dan merupakan suatu bentuk perlindungan yang diberikan (dianugerahkan) Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa kepada manusia yang mau mempelajari dan membinanya. Potensi tenaga dalam telah bersemayam dalam setiap orang. Tinggal mereka sendiri yang menentukan apakah mau atau tidak memanfaatkan potensi diri yang merupakan rahmat tak ternilai dari Sang Khalik.
Di dalam paru-paru terdapat beribu-ribu pembuluh halus yang di ujung-ujungnya terdapat berjuta-juta kantong udara. Pembuluh-pembuluh halus ini sangat penting untuk menyerap udara bersih (oksigen) yang amat diperlukan dalam proses pembakaran di dalam tubuh. Apabila kantong-kantong udara ini tidak mendapatkan udara yang cukup, maka bisa mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit, antara lain : pilek, batuk , penyakit paru-paaru, penyakit jantung, lemah jiwa, daya tahan tubuh rendah dan sebagainya.
Di samping itu tubuh manusia juga memerlukan bioenergi yang bertenaga sangat halus. Tenaga bukan berupa molekul-molekul udara melainkan berbentuk tenaga murni yang sangat halus. Tenaga halus atau bioenergi ini biasa dikenal dengan sebut prana, chi, tenaga dalam dan lain-lain istilah.
Dalam berlatih gerak dan nafas, bagaimana merubah dan memperbaiki cara bernafas menjadi lebih sempurna, efektif dan efisien. Dengan metode latihan  yang rutin (Istiqomah) dapat sekaligus menyerap oksigen dan prana lebih banyak ke dalam tubuh.
Jelaslah bahwa ilmu tenaga dalam berada di bawah Sunnatullah. Apalagi dalam jurus-jurus  dilambari pula dengan zikir kalimah thayyibah, sebagai pernyataan iman dan salah satu jalan konsentrasi yang paling ampuh.
Sedangkan ilmu sihir dikerahkan dengan bantuan tenaga syetan. Syetan meskipun mau memberikan bantuan, sehingga seseorang bisa berbuat sesuatu yang aneh, namun ia pasti minta syarat dan imbalan. Syarat paling umum yang diminta syetan kepada pemujanya adalah seseorang harus dan wajib melepaskan aqidah dan imannya kepada Allah SWT. Akibatnya ahli sihir dan orang-orang yang menuntut ilmu sihir jatuh dalam kemusyrikan. Kenyataannya dalam olah kanuragan dan mengembangkan kemampuannya, selalu diiringi dengan upacara atau ritual yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
Di samping itu ilmu sihir selalu bertujuan untuk menimbulkan kerusakan dan kehancuran di kalangan manusia. Tidak ada ilmu sihir yang bertujuan baik. Hal ini tampak jelas ketika ada pasien pergi ke dukun sihir, selalu diminta melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan cenderung bersifat maksiat.
Itulah perbedaan yang jelas antara ilmu tenaga dalam dan ilmu sihir. Dari metode yang diterapkan dan dijalankan pada suatu perguruan, kita menentukan dan memastikan apakah perguruan itu bersifat syirik atau bukan.

اهدناالصراط المستقيم
وَاَللَّه أَعْلَم